Saat kamu masuk ke dalam match League of Legends, sering kali kamu akan merasa sangat sulit untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan teman satu timmu. Ini bisa jadi tantangan tersendiri, terutama jika kamu adalah pemain baru yang masih harus belajar cara kerja game ini. Meskipun game ini memiliki sistem chat, banyak pemain yang tidak mengecek chat. Selain itu, beberapa orang memang tidak suka mengetik pesan dan lebih memilih untuk berbicara. Alhasil, komunikasi suara, atau voice comms, sering digunakan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemain lain di League of Legends.

League of Legends dan Komunikasi Suara

Sejak tahun 2018, League of Legends telah memiliki voice chat bawaan untuk grup premade. Jika kamu melakukan queue bersama setidaknya satu teman, kamu bisa menggunakan voice chat (aktifasi suara atau push-to-talk) secara langsung di dalam client — tidak memerlukan aplikasi pihak ketiga. Kamu dapat menemukan opsinya di bagian Voice pada pengaturan client. Ini adalah fitur yang sudah lama diminta dan akhirnya dihadirkan oleh Riot, dan fitur ini bekerja secara andal untuk duo maupun grup premade dalam ukuran berapa pun.

Untuk solo queue — di mana kamu bermain dengan empat orang asing — voice chat bawaan tidak tersedia. Riot telah mengumumkan voice chat untuk satu tim di wilayah NA (North America) dan Oceania pada Patch 26.20 (membutuhkan Honor level 3 untuk berbicara), tetapi menundanya pada September 2026 tanpa tanggal rilis baru. Dalam situasi seperti itu, para pemain masih mengandalkan tools pihak ketiga. Opsi paling populer sejauh ini adalah Discord, yang menawarkan kualitas audio luar biasa, latency rendah, dan kemampuan untuk tetap berada di server bersama grup rutinmu lintas sesi bermain. TeamSpeak adalah opsi lainnya, meskipun kini sudah sebagian besar ditinggalkan. Jika kamu serius ingin climbing dan bermain dengan grup yang konsisten, membuat server Discord dan selalu berada di voice comms setiap game sangat direkomendasikan.

Mengapa Voice Comms Sangat Penting

Dalam game kompetitif seperti League of Legends, komunikasi sangatlah esensial. Saat kamu melakukan sesuatu yang penting seperti berkoordinasi dengan timmu selama team fight atau melakukan call untuk gank, text chat saja tidak akan cukup. Dalam situasi seperti ini, kemampuan untuk melakukan callout dengan cepat bisa menjadi penentu antara menang dan kalah. Secara lebih spesifik, mari kita lihat beberapa contoh nyata kapan kamu akan membutuhkan voice comms yang bagus.

Call Dragon dan Baron: Setiap lima menit, Dragon akan spawn, dan sangat penting untuk bisa melakukan callout ini ke timmu agar kalian bisa berkoordinasi untuk mencoba membunuhnya. Baron, meskipun lebih sulit dibunuh, memiliki proses yang mirip dan kamu tentu ingin timmu terkoordinasi saat mencoba membunuhnya. Cara terbaik untuk berkomunikasi seputar hal ini adalah melalui voice comms.

Koordinasi Team Fight: Team fight bisa dengan sangat mudah menjadi kacau. Bisa sangat sulit untuk berkoordinasi dan memegang kendali atas segala hal yang terjadi, dan terlalu sering tim langsung menerobos masuk ke dalam fight tanpa strategi apa pun. Namun dengan voice comms, kamu bisa melakukan callout target, mengoordinasikan engage, dan memastikan semua orang fokus.

Ganking: Ganking adalah bagian penting dari League of Legends, terutama bagi role jungle. Ketika jungler-mu akan melakukan gank ke suatu lane, penting bagi mereka untuk berkomunikasi dengan laner, sehingga laner tahu untuk bermain agresif dan menyiapkan kill. Menggunakan voice comms untuk hal ini membuat seluruh prosesnya jauh lebih simpel. Mencoba mengetik rencana gank juga bisa memberi tahu tim musuh jika mereka telah melihat jungler-mu di area sungai.

Ringkasan

League of Legends kini memiliki voice chat bawaan untuk grup premade, dan Discord tetap menjadi pilihan utama untuk koordinasi tim secara penuh di grup solo queue. Baik kamu menggunakan voice bawaan client maupun aplikasi eksternal, berkomunikasi lewat suara dengan timmu memberikan keunggulan signifikan dibandingkan lawan yang hanya mengandalkan ping dan mengetik. Jika kamu ingin climbing, masuklah ke voice comms.