Setiap game dirancang untuk menghibur para pemainnya. Meskipun League of Legends bisa sangat seru dan menyenangkan bagi kebanyakan orang, sebagian lainnya mungkin menganggapnya bikin kesal. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Memang, setiap orang bereaksi secara berbeda terhadap situasi yang berbeda. Namun, tidak ada orang di dunia ini yang sengaja bermain game hanya untuk jadi marah-marah. Dalam artikel ini, kamu bisa melihat alasan mengapa League of Legends bisa sangat membuat stres bagi sebagian pemain. Kamu juga bakal mendapatkan tips tentang cara mengatasi tantangan yang dibawanya agar tidak memengaruhi emosimu.

Sifat yang Sangat Kompetitif

Sebagai game yang sangat kompetitif, orang-orang menginvestasikan banyak waktu dan tenaga ke dalam League of Legends. Ketika segalanya tidak berjalan sesuai rencana, hal itu akan memicu mereka menjadi kesal.

Sebenarnya, ini bukan hanya terjadi pada League of Legends, tetapi juga pada game multiplayer kompetitif lainnya di luar sana. Terkadang, usahamu tidak membuahkan hasil yang baik, dan tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk menyikapinya. Itulah yang membuat orang meluapkan emosi mereka dengan kemarahan.

Durasi Game yang Terlalu Lama

Rata-rata satu ronde pertandingan di League of Legends berlangsung sekitar 25 hingga 35 menit. Beberapa orang berpendapat bahwa ini terlalu lama dibandingkan dengan game multiplayer lain, seperti Overwatch, yang berlangsung sekitar 10 hingga 30 menit per ronde.

Namun, League of Legends bukanlah satu-satunya game dengan durasi seperti ini. Pertandingan Dota 2, misalnya, biasanya memakan waktu sekitar 35 hingga 45 menit dan bisa berlangsung hampir satu jam. Oleh karena itu, apakah game tersebut terlalu lama atau tidak, pada akhirnya tergantung pada sudut pandang pribadimu. Orang yang berpikir bahwa League of Legends berlangsung terlalu lama mungkin hanya belum terbiasa memainkannya.

Pemain Tim yang Toksik

Sayangnya, komunitas League of Legends terkadang bisa menjadi agak toksik. Pemain bisa menjadi kesal dan marah kepada rekan tim maupun lawan mereka, yang berujung pada komentar dan perilaku yang tidak menyenangkan.

Terkadang, pemain bahkan mungkin tidak menyadari seberapa toksiknya mereka. Hal ini akan menciptakan chemistry yang negatif di antara para pemain dalam tim. Alhasil, tim tidak dapat tampil secara efisien, yang bahkan bisa mengakibatkan kekalahan.

Ketidakpastian (Unpredictability)

League of Legends, seperti halnya game lainnya, tidak bisa ditebak. Pemain mungkin menghadapi masalah atau kondisi tak terduga yang tidak asing bagi mereka. Hal ini dapat menyebabkan frustrasi.

Ekspektasi Pribadi

Dalam game multiplayer, kamu mungkin bertemu dengan pemain yang jauh lebih berpengalaman darimu. Ketika itu terjadi, kamu bisa menjadi lebih termotivasi. Yah, itu hal yang bagus. Namun, orang terkadang menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi untuk diri mereka sendiri.

Ini menjadi masalah karena ketika ekspektasi tersebut tidak terwujud, mereka bisa menjadi kesal. Mereka berharap untuk berkembang dalam waktu yang singkat, padahal kenyataannya, butuh waktu untuk mencapai apa yang mereka harapkan.

Tips Agar Tetap Tenang Saat Bermain League of Legends

Untuk menghindari terlibat dalam perilaku merusak, kamu bisa mengikuti tips berikut:

1. Istirahat Sejenak

Segera setelah kamu mulai merasa frustrasi, ambilah waktu untuk beristirahat. Jika kamu terus bermain dan tidak memenuhi ekspektasimu, kamu mungkin akan makin kesal. Rasa marahmatu bisa membuatmu merasa lebih buruk tentang dirimu sendiri.

2. Jangan Terlibat dalam Perilaku Toksik

Ini mungkin sulit karena orang tidak selalu menyadari seberapa toksiknya mereka. Oleh karena itu, ketika rekan timmu mulai menunjukkan perilaku toksik, yang terbaik adalah menjauh dari mereka. Hindari merespons perkataan negatif, dan selalu tetap positif.

3. Tetapkan Ekspektasi yang Realistis

Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Ingatlah bahwa tidak semuanya selalu berjalan sesuai rencana. Tidak ada yang bisa kamu lakukan tentang hal itu. Ingatlah bahwa segala sesuatu butuh waktu. Kamu tidak bisa menjadi pro player hanya dalam hitungan hari. Itu tidak mungkin.

4. Jangan Terlalu Serius Menanggapi Game

Akhirnya, seklise apa pun kedengarannya, ini hanyalah sebuah game. Bahkan setelah kamu mengalami kekalahan, hidupmu akan terus berjalan. Ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari dari game ini selain sekadar kompetisi.

Kesimpulan

League of Legends adalah game yang sangat kompetitif yang membutuhkan kerja sama, strategi, dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat. Meskipun dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan bagi sebagian pemain, game ini juga bisa membuat stres dan mengesalkan bagi yang lain. Beberapa penyebabnya adalah komunitas game yang toksik dan sifat kompetitif yang menghasilkan tekanan tinggi.

Namun, pemain dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari rasa kesal dengan mengikuti beberapa tips. Melakukan hal itu memungkinkan mereka untuk mengendalikan emosi dan lebih menikmati permainannya.